>>> Heboh,... Muncul Video Kesaksian Penculikan Yang Dilakukan Prabowo

Selasa, 23 Juni 2009


Saya tidak pernah berusaha untuk mencari video-video secara online, karena memang saya tidak begitu suka nonton video secara online karena akses internet saya lambat. Tetapi seperti biasa saya sering mengecek Shoutbox dalam blog ini, siapa tahu ada temen blogger yang ingin bertukar link dengan saya, ya, anggap saja untuk menambah link saya. Tetapi saya tertarik ketika ternyata dalam Shoutbox saya terdapat link menuju situs youtube.com, dan karena penasaran maka akhirnya saya buka.

Dengan akses internet yang cukup lambat saya berusaha untuk membuka video youtube tersebut apa lagi judul video juga cukup menarik bagi saya "Pahlawan Atau Kriminal" begitu bunyi judul video tersebut. Sebelumnya saya minta maaf posting ini tidak bermasud untuk merugikan orang lain. karena ini link murni ada yang memasang dan tentunya bukan saya pribadi.

Saya terperajat mengetahui isi video tersebut, walaupun video tersebut narasinya dalam bahasa inggris, tetapi saya sedikit menangkap tentang isi video tersebut. yang jelas video tersebut menyatakan bahwa prabowo terlibat/melakukan pencilikan.

Dalam video tersebut narasumber mengatakan tentang penyiksaan pada saat dia diculik. dalam video tersebut bahkan menyatakan "Dan Mungkin bila dia jadi, Lebih baik saya meninggalkan negeri ini" Apa sebenarnya terjadi dan adakah yang disembunyikan oleh Prabowo ???

Selain itu terdapat kesaksian seorang wanita, dia juga berkata "Dengan prabowo itu ? Dia melakukan penculikan yang dia bilang sembilan orang itu, sudah dikeluarkan. Tapi dia tidak mengaku yang tiga belas orang ini. nggak mungkin kan kalo dia gak mau mengaku ? sampai kapanpun saya akan menuntutnya"....

Bagaimana video ini bisa dibuat, siapa yang membuat, untuk tujuan apa video ini dibuat, siapa tokoh narasumber pria berkacamata dan wanita berjilbab dalam video ini ? Apakah benar prabowo terlibat dalam penculikan ini ??? Semuanya itu hanya waktu yang bisa menjawab. entah kapan, jika memang terjadi, suatu saat tentunya kebenaran akan ditemukan. Kita tunggu saja kebenaran video ini.

Jika anda ingin membuka video tersebut anda dapat mengklik link ini.
READ MORE.........

| More

>>> Kreatif, Simpatisan SBY Buat Game Anti Korupsi


Jika pada umumnya par simpatisan menyatakan dukungannya dengan datang dan ikut berpartisipasi dalam berkampanye calon yang dipilihnya, hal ini sedikit berbeda dengan simpatisan SBY yang satu ini. Dia adalah David Setiabudi. Simpatisan yang satu ini melakukan dukungan dengan cara membuat sebuah permainan komputer dengan tokoh sentralnya SBY.

Hal yang cukup menarik. Berbekal kemampuannya membuat permainan komputer, dosen desain grafis ini mengekspresikan dukungannya dengan membuat game "SBY Antikoruptor".
"Karena nggak semua kalangan itu benar-benar dari klien yang milih, kadang-kadang ada orang suka komputer.

Dia berkata ah saya nggak mau coblos, banyak juga yang ngomong golput saja. Tapi, dengan adanya familiar karakter di game, dia juga pilih. Oh visi misi Pak SBY ditulis di game itu," tutur David seperti dikutip okezone dari RCTI, Senin (22/6/2009).
Game yang dibuat oleh simpatisan SBY ini bercerita tentang perjuangan SBY memerangi koruptor yang disimbolkan dengan karakter tikus di desa maupun di kota.

David hanya memerlukan waktu seminggu untuk menciptakan game yang diakuinya terinspirasi game Obama saat Pilpres Amerika Serikat, tahun lalu. Game Obama terbilang populer di kalangan anak muda Amerika yang awalnya tidak peduli dengan pemilu. Jika para pembaca berminat untuk mencoba permainan ini, Game ini sendiri bisa diunduh secara gratis di www.divinekids.com
READ MORE.........

| More

>>> Poling Portal Berita Online, SBY Unggul, JK Bontot

Minggu, 21 Juni 2009


Tiga portal berita online terbesaryang melakukan poling pilpres 2009 hingga saat ini terlihat bahwa SBY-Boediono masih memimpin suara dengan perolehan suara rata-rata lebih dari 50 %. ketiga portal berita yang melakukan poling tersebut adalah mediaindonesia.com, vivanews.com, dan detik.com.

walaupun poling tersebut belum mencerminkan pemilih indonesia secara umum, tetapi setidaknya hal ini masih membuktikan bahwa SBY hingga saat ini masih memimpin suara.

Dari hasil poling yang dilakukan oleh mediaindonesia.com menyebutkan bahwa SBY-Boediono memimpin dengan50,9 % dengan total votes mencapai 977892 votes. Sedangkan Pasangan Mega-Prabowo menduduki urutan kedua dengan total 20,2 % atau 387771 vote. Pasangan JK-Wiranto pada urutan terakhir yang hanya dengan 9,2 % atau 176184 votes. Yang menarik pada vote ini adalah total votes yang memilih "Tidak Tahu" ternyata angkanya cukup tinggi bahkan hampir menyamai hasil perolehan Mega-Prabowo. Persentase votes "tidak tahu" mencapai 19,8 % atau 379979 vote.

Untuk poling yang dilakukan oleh vivanews.com dilakukan dengan metode pengiriman SMS, dan hasil yang didapat dalam poling tersebut, SBY-Boediono memimpin dengan 55,07 %, sedangkan pasangan Mega-Prabowo menduduki urutan kedua dengan perolehan suara 23,08 %, dan pasangan JK-Wiranto kembali pada urutan terakhir dengan perolehan suara 21,84 %.

Sedangkan poling yang dilakukan oleh detik.com dengan metode yang sama dengan metode vivanews.com, menyebutkan SBY-Boediono kembali meimpin dengan 55,312 %, sedangkan pasangan Mega-Prabowo mendapat suara 29.086 %, dan pasangan JK-Wiranto seperti pada poling sebelumnya tetap pada urutan terakhir dengan suara 15, 602 %.


Ketiga portal tersebuat adalah portal online terbesar di Indonesia, tetapi walaupun demikian suara votes/pemilih juga belum mencerminkan suara keseluruhan rakyat indonesia dari 33 provinsi. Tetapi sebenarnya masih terdapat 2 poling lagi yang dilakukan yaitu oleh web sbypresidenku.com dan facebook.com, dan keduanya juga dengan hasil yang sama dengan kemenangan oleh SBY-Boediono.
READ MORE.........

| More

>>> Inilah Hal Unik Pada Pemilu 2009........... Ternyata..????!!!


Tahukah anda ternyata :

Dana yang dibutuhkan untuk tinta pemilu di jari anda adalah sebesar 6-7 milyar, Besar sekali bukan ??? hampir setara dengan total kekayaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Biaya penyelenggaraan pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2009 mencapai 22 triliun. Dana sebesar itu setara dengan pembangunan 660 tower rusunami yang dapat ditempati oleh lebih dari separuh penduduk kota bekasi. Gila.............

Tahukah anda untuk merubah slogan "Mencoblos" menjadi "Mencontreng" tiap Komisi Pemilihan Umum Provinsi siberi "jatah" biaya sosialisasi sebesar Rp 60.000.000,-. Kata "Mencoblos" telah melekat dibenak masyarakat selama lebih dari tiga dekade.

Gaji Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar 60 Jutaan per bulan. Gede banget ya.....

Jumlah tempat pemungutan suara di 76711 kelurahan di Indonesiamencapai 520.000.

Tempat pemungutan suara di kabupaten Yahukimo dan Memberamo Tengan, Papua merupakan beberapa TPS Tertinggi di Indonesia karena terletak hingga 3000 meter diatas permukaan laut. Jadi untuk mengirim logigtik KPU terpaksa mengerahkan pesawat MI-17, Super Puma dan Bolco. Pesawat tersebutpun harus menembus celah-celah pegunungan yang berselimutkan kabut tebal.

Itulah beberapa hal yang cukup unik pada pemilu 2009, untuk hal-hal lain nanti dapat diposting setelah ini.
READ MORE.........

| More

>>> JK Capres Haus Pencitraan & Tukang Klaim


Ini adalah bagian dari pandangan saya pribadi terhadap fenomena yang sedang menuncul saat-saat masa kampanye Calon presiden 2009 ini. Bukan maksud untuk merendahkan atau merugikan orang lain, tetapi tulisan ini didasari atas pemikiran pribadi saya yang tanpa dipengaruhi oleh siapapun.

JK.... ya itulah sosok calon presiden yang cukup menarik, terutama iklan-iklan kampanye yang dibuat. Bahkan banyak kalangan yang mengatakan iklan yang dibuat dari calon ini cukup kreatif. Tetapi dibalik itu semua menurut saya dia ingin membuat/membangun citra yang baik kepada masyarakat yang seolah-olah dia sebelumnya tidak memiliki citra sama sekali.

Lihat beberapa iklan dia, yang memetik pembicaraan dengan wakil presiden amerika serikat.... atau iklan tentang swasembada yang mengungkapkan akan meyewakan kantor Deptan. Mungkin sebagian orang akan merasa dia itu wah, tetapi tentunya itu seperti mengorek borok orang lain yang seharusnya tidak disebarkan, dan semua itu dilakukan untuk kepentingan dia saja. dan sebagai bangsa yang menganut budaya ketimuran tentunya hal itu dirasakan kurang sopan. Jika kita sebagai Wakil presiden AS, ataupun Kepala di Deptan, bagaimana perasaan anda jika hal yang anda rasakan kurang baik justru iklankan untuk membuat jati diri si pembuat iklan. Pasti sakit kan.

Bukan hanya itu JK juga dirasakan haus akan Pengakuan, seolah-olah dia ingin mengatakan pada semua orang bahwa dia yang melakukan itu semua. Sika mengklaim, Tukang Klaim, itu kata-kata kasarnya. Perdamaian aceh menjadi senjatanya. Bahkan JK mengatakan bahwa, Hanya dia yang mau menandatangani perjanjian MOU aceh..... Ya. itu mungkin masih dianggap wajar, Toh dia memang wakil presiden. Bagaimana dengan Klaim, perdamaian dibali yang mengatakan dia yang menggagas Perdamaian tersebut. Klaim tersebut disampaikan Capres JK dalam kampanye dialogis di Wantilan Lila Karya, Jimbaran, Bali, Sabtu (19/6/2009). Kampanye tersebut dihadiri sekitar 1.000 peserta kampanye yang terdiri dari simpatisan dan relawan.

JK mengaku berperan besar dalam menciptakan perdamaian di Poso, Ambon, dan pasca bom Bali saat dirinya menjabat sebagai Menko Kesra di pemerintahan Megawati. "Menko Kesra yang justru mengambil tanggungjawab keamanan," kata JK.

"Saya perbaiki seluruh sistem keamanan di Bali. Memberikan peralatan untuk Polda dan fasilitas pendukung," imbuh JK.

Saya rasa tidak bijak seorang calon pemimpin bangsa selalu melakukan hal yang semcam itu. Toh nantinya masyarakat dapat memilih dan menilai siapa yang berperan, dengan banyak melalukan tindakan klain keberhasilan justru akan melemahkan JK sendiri. Selain itu tentunya tidak akan ada keberhasilan besar tanpa bantuan dan kerjasama dengan orang lain, dengan selalu Mengklaim justu akan menjadikan JK seolah-olah haus akan ucapan terima kasih dan pribadi yang membanggakan dirinya sendiri bahwa dia bisa melalukan segalanya.
READ MORE.........

| More

>>> Aljazeera : SBY Pro AMERIKA.... Sebuah Wacana...



Despite a smear campaign that includes allegations he is a CIA agent, polls show that Yudhoyono's personal approval ratings are high across the political spectrum. Asked who was their second choice to become president should their candidate not win, electors unanimously backed Yudhoyono.

A career soldier, Yudhoyono and graduate of US military training programmes at Fort Benning, Columbus (1976 & 1982), and the Command and General Staff College at Fort Leavenworth, Texas (1991), Yudhoyono has fond memories of the US.

"I love the United States, with all its faults. I consider it my second country," the International Herald Tribune quoted him as saying last year.

In a campaign dominated by personality rather than policy, he has benefited from several factors................

Itulah salah satu petikan paragraf yang terdapat dalam situs aljazera. Aljazeera memaparkan betapa Sby sangat mencintai Amerika, seperti negaranya sendiri. Apakah benar isu yang menyatakan bahwa Susilo Bambang Yodhoyono adalah “Agen Tanam” US?

Agen tanam Amerika, adalah orang-orang lokal yang didekati oleh pihak Amerika, yang pro terhadap Amerika, tidak memiliki agenda negatif terhadap Amerika dan pada masa tertentu Amerika akan memanfaatkan orang tersebut untuk menjalankan agenda Amerika di tempat di mana orang tersebut tinggal.

Sementara Jeffrey Winters mengatakan bahwa SBY Tak Bikin AS Pusing. Adalah fakta bahwa Amerika Serikat dan negara-negara Barat menyukai SBY karena selama berkuasa SBY tak pernah membuat pusing mereka dan memainkan agenda barat dengan sangat baik.

“Saya rasa Amerika Serikat dan negara Barat senang pada SBY justru karena dia mediocre (rata-rata). Dia tidak membuat Amerika pusing dan dia itu good boy,” ujarnya kepada wartawan.

Prabowo VS SBY

Prabowo dengan sengit mempertanyakan kewarganegaraan capres incumbent itu. Tim Prabowo menduga SBY berkewarganegaraan Amerika Serikat. Hal itu dikaitkan dengan pernyataan SBY saat bertandang ke Negeri Paman Sam itu pada 2004 lalu.

“Itu tambah gak bener lagi,” kata anggota tim sukses SBY, Ahmad Mabruri saat dikonfirmasi okezone. Menurut Mabruri, isu bahwa SBY adalah WN Amerika tidaklah penting untuk diributkan. Saat ini, tim sukses SBY tengah fokus meningkatkan kinerja jika nanti kembali terpilih.

Sebelumnya, tim Prabowo mempertanyakan pernyataan SBY, I love the United State, with all its faults. I consider it my second country, yang juga dikutip dalam bukunya. Pernyataan itu, bagi tim Prabowo, menjadi dasar untuk mempertanyakan balik kewarganegaraan SBY.

Apa Pendapat anda ?? Ini semua adalah bagian dari fenomena menjelang yang muncul, Apapun yang terjadi suatu saat akan ada pembenaran yang akan muncul. kita tunggu saja. untuk membaca artikel Aljazeera mengenai hal ini silakan klik disini.

READ MORE.........

| More

>>> Mega-Prabowo : METODE TIDAK RELEVAN, UN DITIADAKAN

Jumat, 19 Juni 2009


Mega Prabowo menilai Ujian Nasional (UN) tidak selaras dengan hal yang paling mendasar, yaitu pasal 58 ayat 1 UU No 20 tahun 2003 dikatakan kewenangan untuk menilai berada pada pendidik. Hal itu yang menjadi landasan hukum Mega Prabowo untuk meniadakan UN dari sekolah dasar hingga sekolah menengah umum. Pasalnya, UN dinilai belum layak dilaksanakan secara seragam di seluruh Indonesia, karena selalu berpolemik di tingkat pelaksanaannya. UN akan diganti dengan ujian lokal daerah yang didasarkan pada muatan lokal, dan kemampuan pendidikan daerah setempat.

“Sistem pendidikan di Indonesia harus mampu menyiapkan anak-anak Indonesia berkompetisi di masa depan. Sistem itu juga harus mampu membangun kultur bangsa yang mengedepankan nilai-nilai toleransi, gotong royong, budi pekerti, termasuk mengasah budaya malu”, kata Megawati disela-sela kampanye, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (13/6).

Yang pasti metode UN saat ini sangat tidak relevan, sebagai cara untuk menilai kualitas kelulusan sebuah daerah. Kalau sistem UN yang ada sekarang tidak dirombak secara menyeluruh. pelaksanaan ujian nasional telah mengabaikan prinsip keadilan dalam pendidikan nasional sebab yang dikedepankan adalah hasil, bukan proses pembangunan pendidikan itu sendiri. Dengan demikian, terjadi dekadensi moral dan mutu pendidikan.

Megawati menilai bahwa keliru acuan kesamaan kurikulum pendidikan di Tanah Air untuk melaksanakan ujian nasional. Kurikulum hanya bagian kecil dari seluruh aspek pendidikan. Dikatakan, masih banyak unsur terkait dalam dunia pendidikan nasional yang harus dibenahi sebelum ujian nasional dilakukan, yakni standar pendidikan seluruh sekolah, sumber daya manusia guru serta siswa, dan fasilitas penunjang, seperti ruangan belajar, ruang praktik, dan laboratorium.
Selain itu juga Megawati menegaskan bahwa sistem pendidikan Indonesia harus dilandasi oleh konsep sosiologi, karena Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki budaya lokal yang perlu mendapat perhatian dan dimasukkan kedalam kurikulum, jadi UN bukanlah komponen utama untuk menentukan kualitas siswa. “UN hanya mengejar target kuantitas, bukan kualitas dan instan”, tegas capres yang mengusung visi pendidikan untuk semua.

Pada kesempatan lain, H. Prabowo Subianto menyinggung masalah validitas pendidikan, seperti di daerah Jakarta yang memiliki akses dan fasilitas, tapi jika dibandingkan dengan daerah-daerah terpencil yang tidak memiliki fasilitas dan akses yang sama, sehingga kebijakan UN ini tidak adil terhadap sekolah di daerah terpencil atau tertinggal yang tidak memiliki fasilitas pendidikan memadai. Akibatnya, terjadi perbedaan kurikulum antar daerah yang tidak sepadan.
Menurut dia, berbeda dengan negara-negara berkembang atau maju lainnya yang sudah meninggalkan sistem semacam UN. "Amerika saja yang negara maju tidak memakai UN. Sekolah atau distrik perkabupaten akan diberikan otoritas untuk mengadakan ujian sesuai dengan kurikulumnya," ungkap Prabowo.

Untuk merealisasikan komitmen itu, pasangan Mega Prabowo akan melakukan kontrak politik dengan guru-guru di Yogyakarta pada pelaksanaan kampanye akhir Juni ini. UN rencananya akan diganti dengan ujian lokal daerah yang didasarkan pada muatan lokal dan kemampuan pendidikan daerah setempat.
READ MORE.........

| More

>>> Iklan Kampanye Mega Ditolak TV, Facebook Jadi Alternatif


Seperti kita ketahui dan juga telah saya posting sebelumnya, beberapa iklan Mega-Prabowo, beberapa stasiun TV menolak untuk menayangkan iklan yang telah dibuat. Setelah TV menolak, maka Tim sukses Mega-Prabowo menyiasati iklan tersebut dengan menggunakan Facebook sebagai media iklan kampanye.

Sebenarnya terdapat dua judul lklan politik Megawati-Prabowo ditolak semua stasiun televisi swasta. Tetapi, tim sukses pun mendapat ide dari para pendukung dan simpatisan melalui situs jejaring komunitas Facebook.

“Kami mendapat usul dari publik yang disalurkan lewat facebook,” kata Anggota Tim Kampanye Nasional pasangan Megawati-Prabowo, Ganjar Pranowo, sambil menunjukkan akun facebook miliknya saat diskusi ‘Menelisik Dana Kampanye Pilpres’ di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2009.

Ganjar menegaskan, usulan yang mampir lewat facebook miliknya itu banyak sekali ragamnya. Ada yang menyarankan agar iklan Megawati-Prabowo diedarkan lewat media lain.

“Jika iklan kami ditolak di media elektronik, maka edarkan saja lewat CD dan sekalian masukkan ke youtube selain ke media cetak,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Seperti diketahui, iklan politik calon presiden dan wakil presiden Megawati-Prabowo ada tujuh versi. Masing-masing versi berjudul, Bangkrut, Mencintai, Harga, Pekerjaan, Persatuan, Maju, dan Tim. Hampir semua iklan ditolak. Setelah TV menolak, maka Tim sukses Mega-Prabowo menyiasati iklan tersebut dengan

Tetapi, ada dua judul yang ditolak oleh semua stasiun televisi. Iklan bertema ‘Harga’ dan ‘Pekerjaan’ adalah iklan yang ditolak semua stasiun.

Berikut pernyataan penolakan yang ditunjukkan tim sukses Megawati-Prabowo dari stasiun televisi:

“Sehubungan dengan iklan kampanye Mega-Prabowo versi harga, revisi yang telah kami preview dengan ini kami sampaikan bahwa materi tersebut tidak dapat kami tayangkan. Dikarenakan, content tidak disetujui oleh internal sensor dari salah satu stasiun televisi.”

READ MORE.........

| More

>>> Mega : Pilpres 1 Putaran Sebuah Keangkuhan


Ajakan Pilpres satu putaran dituding Mega sebagai sebuah keangkuhan. Anggota Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, Anas Urbaningrum yakin SBY-Boediono bisa menang dalam satu kali putaran bukan asal bicara. "Pada Pilpres mendatang, prediksi pasangan SBY-Boediono bisa menang satu kali putaran, bukan berarti sombong atau angkuh, tapi itu semua diprediksi berdasarkan data yang diperoleh pada pemilu legislatif lalu," kata Anas di Banda Aceh, Kamis (18/6).

Menurut Anas, pasangan SBY-Boediono tidak hanya didukung Partai Demokrat yang meraih suara 20 persen, tapi berkoalisi dengan 24 partai politik peserta Pemilu 2009. Apabila dijumlah seluruhnya, maka partai politik koalisi SBY-Boediono memiliki 56 persen kursi di parlemen dan 58 persen suara hasil pemilu lalu. "Ini merupakan modal awal yang dimiliki pasangan SBY-Boediono, sehingga apabila dipertahankan sampai tanggal 8 Juli mendatang, maka berdasarkan undang-undang hanya satu kali putaran," terangnya. Jadi, lanjutnya, sebenarnya tim kampanye SBY-Boediono tidak menargetkan untuk satu kali putaran, tapi berdasarkan data yang ada maka presiden dan wakil presiden terpilih ditentukan pada tanggal 8 Juli 2009.

Dikatakannya, apabila pasangan SBY-Boediono benar-benar diberi mandat oleh rakyat untuk memimpin negara ini, maka Indonesia memiliki presiden dan wakil presiden yang kuat untuk menjalankan pemerintahan yang efektif. "Pemerintahan yang kuat dan efektif bisa menjamin kesejahteraan rakyat dan perdamaian di Aceh," katanya. Ia pun mengajak kepada seluruh Timkamda di Indonesia untuk menjaga dan dirawat modal dasar yang sudah ada ini, sehingga Pilpres pada 8 Juli 2009 sudah menghasilkan presiden dan wakil presiden dengan demokratis.
READ MORE.........

| More

>>> Iklan Kampanye SBY = Gaya Margareth Thatcher


Model iklan SBY mengingatkan pada gaya Margareth Thatcher, PM Inggris yang dijuluki wanita bertangan besi. Keduanya menggunakan kampanye politik yang sama yakni mengedepankan aspek pencitraan. Para analis mencatat, kira-kira Mei 1979, Margareth Thatcher memasuki kampanye pemilihan dengan mengusung konsep politik pencitraan. Seperti mengubah warna rambut, memperbaiki tata alis, mengatur nada bicara, menjaga pandangan, dan sangat santun di depan media. Cara ini, sedikit banyak, berhasil mempengaruhi generasi pemilih pemula di Inggris ketika itu.

Margareth Thatcher juga piawai menggunakan produk terkenal untuk menaikkan citra politik dan popularitasnya. Dan kita tahu, dalam kasus Thatcher, di akhir kekuasaannya, semua akhirnya mengetahui bahwa pribadi aslinya berbeda dengan sosok yang dimunculkan di media massa. Pribadi asli Thatcher adalah glamor dan bertangan besi karena mengikis kesejahteraan rakyat dan gerakan kaum pekerja. Dalam hal ekonomi, misalnya, Thatcher ternyata penganut neoliberalisme yang getol. Dia bukanlah seorang ekonom handal seperti yang diketahui banyak orang. Di tangan media, Thatcher didaur ulang sehingga nampak benar-benar heroik dan mengikuti jejak Winston Churchill, mantan perdana menteri Inggris pada perang dunia kedua. Namun dengan gayanya itu Thacther merupakan perempuan pertama dan terlama yang menjabat sebagai perdana menteri. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris pada 1979-1990 dan memimpin Partai Konservatif pada 1975-1990. Sekarang ini, para analis melihat SBY masih mengandalkan teknik ala Thatcher ini. Dari mengatur nada sampai memakai gerak tangan dan mimik muka untuk meraih simpati publik. Terbukti, cara ini efektif dalam pilpres 2004 dan masa lima tahun pemerintahan. Ia berhasil memelihara citra politik dan popularitasnya di hadapan rakyat.

Memang, menungangi produk terkenal, seperti Indomie, akan memudahkan SBY untuk bersosialisasi dan selalu diingat rakyat. Ini adalah bentuk bahasa verbal yang mudah diingat, tetapi belum tentu bisa berfungsi efektif menyakinkan pemilih. Muncul pertanyaan, jika para kandidat hanya mengejar citra politik dan popularitas, lantas dari mana rakyat bisa mengenal program dan komitmen politik kandidat bersangkutan? Dalam pasar politik, citra dan popularitas memang menjadi urgent. Hanya saja, jika kita berbicara mandat rakyat, maka tujuan kekuasaan adalah mensejahterakan rakyat. Untuk itu, politik untuk membangun kekuasaan pun harus bertumpu kepada program dan visi mensejahterakan rakyat, bukan menjual citra dan popularitas. Maka, sulit membedakan antara pasar dan politik, keduanya menawarkan metode dan tujuan yang hampir sama. Cara perusahaan mie mengiklankan produknya sudah tidak beda dengan capres SBY mengiklankan dirinya. “Jangan-jangan SBY seperti Thatcher, yang moncer di permulaan, namun pada akhir kekuasaannya mewariskan kesan buram karena mengusung neolib (privatisasi, liberalisasi, pemangkasan subsidi) dan gagal menciptakan kesejahteraan umum,” kata ekonom M Dawam Rahardjo. Mudah-mudahan kekhawatiran ini tidak terjadi.
READ MORE.........

| More

>>> Debat Capres Putaran 1 (Sebuah Analisa) 2


Satu ladi sebuah analisa dari Debat Calon Presiden tahap 1 yang dilaksanakan di Studio Trans Corp ini saya dapat. Analisa ini ditulis oleh Ali Husain. Dalam analisa atau tulisan yang dia buat menyebutkan bahwa dalam debat capres putaran 1 ini SBY unggul. Berikut adalah tulisan lengkap dari Ali Husain.

SBY Unggul di Debat Capres Masing-masing capres telah memperlihatkan kebolehannya dalam debat. Melihat performance masing-masing kandidat, Presiden SBY terlihat menguasai forum tersebut. "Dalam debat yang kemarin itu kalau boleh dibilang dimenangkan oleh SBY," cetus analis psikologi politik Charta Politika Muhammad Faisal kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (19/6). Ia mengatakan, secara penampilan SBY begitu menguasai forum. Karena memang, SBY secara personal orangnya teatrikal. "Kontrolabel SBY dengan gestur tubuhnya begitu stabil dan dinamis," terang pengajar di Universitas Pancasila ini. Jika melihat penampilan JK dengan jas hitamnya, tutur dia, capres dengan nomor urut tiga itu berusaha tampil agar terlihat sebagai seorang presiden. Karena selama ini publik mempersepsikannya sebagai seorang wapres. "Karena itu ia berusaha untuk merubah image atau citranya sebagai seorang wapres," jelasnya. Sementara SBY tidak seperti itu. Dijelaskan dia, capres yang diusung 24 parpol ini sudah memiliki performa layaknya presiden. Sedangkan Mega terlihat gugup. Hal tersebut terlihat dengan ketika capres PDIP dan Gerindra ini sering mengepal tangannya dari sesi pertama hingga kedua. "Jadi ketika mendengar pemaparan para capres yang mencatat pointers adalah SBY. Sementara jawaban Mega tidak fokus bahkan terkadang keluar dari jalur," sebutnya.

Bagaimana dengan pendapat anda ??? Apakah Anda setuju dengan pernyataan dari Ali Husin ini. Pernyataan ini dapat anda lihat juga melalui web resmi SBY-Boediono di sbypresidenku.com. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada ALi Husain.
READ MORE.........

| More

>>> Debat Capres Putaran 1 (Sebuah Analisa) 1


Kamis 18 Juni 2009 pada pukul 19.00 telah dilakukan debat capres tahap pertama dari 5 debat yang direncanakan oleh KPU. kelima debat tersebut tiga diantaranya adalah debat calon presiden, dan dua debat untuk cawapres. pada debat tahap satu ini mengambil tema Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih serta Menegakkan Supremasi Hukum dan HAM.

Acara debat tersebut dibuka dengan sambutan ketua KPU dan dilanjutka dengan pemaparan visi-misi masing-masing Capres. Setelah itu moderator mulai menanyakan soal pemberantasan korupsi kepada masing-masing kandidat. Tak ada jawaban spesial.

Lalu moderator membawa ke permasalahan soal alat utama sistem senjata (alutsista). Di sini SBY sempat menyebut angka 135 milyar sebagai angka ideal anggaran pertahanan. JK hanya menekankan efisiensi anggaran pertahanan sembari menyarankan agar-agar alutsista yang diperlukan sebisa mungkin diproduksi di dalam negeri. Mega? Seperti biasa, menjawab ngalor-ngidul dan tak fokus.

Sesi selanjutnya, dalam soal penegakan HAM terkait dengan lumpur Lapindo Mega sempat mencuri perhatian dengan menyebut bahwa pemerintah pusat seharusnya mengambil alih persoalan Lapindo dengan mengarah pada penetapan staus lumpur Lapindo sebagai bencana alam. Sayangnya, selanjutnya, Mega malah menyebut bahwa persoalan ini harus dibawa ke ranah hukum untuk mencari status tegas bencana ini.

JK mencoba menekankan pada penghentian semburan dengan mendatangkan tekonologi paling canggih sekalipun. SBY? Hm…si bapak malah sibuk ingin me-review, me-review….apa yang sudah dilakukan dan belum dilakukan.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi kandidat mengoementari pernyataan kandidat lain. Soal pungli. JK menekan peningkatan kesejehteraan PNS. SBY lumayan dengan menyodorkan langkah praktis: mencantum standar pelayanan di birokrasi, menempat surat pengaduan de el el. Mega? Wah, wah…si Mbak malah asyik ngomong soal pembenahan mental bangsa. Tak lupa dengan mengkritik sistem pendidikan yang mengabaikan budi pekerti. Hm….jawaban Mega tentu benar, tapi pungli kayaknya sudah kemana-mana, sementara membenahi sikap mental bisa ratusan tahun, minimal puluhan tahun.

Soal perlindungan TKI, Mega menyoroti proses di dalam negeri yang emang ngawur. SBY idem tito, meski sempat menyodorkan angka-angka lamanya pengurusan dokumen yang kian singkat. JK menjawab tak jauh dengan Mega.

Saat SBY diminta menjelakan soal pelanggaran HAM di masa lalu yang rumit dan kompleks, SBY mengandalkan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi untuk menyelesaikan kasus HAM. Selanjutnya ada yang agak aneh. Sikap JK yang spontan baru muncul dan mengatakan, “saya setuju dengan Pak SBY, saya ini kan wakil presiden!”. JK mengatakan hal ini ketika dimintai komentar tentang pernytataan SBY. Mega juga ikut-ikutan, “Kalo Pak JK setuju, saya yang oposisi juga setuju”.

Di closing statement, Mega lagi-lagi ngomong ngalor-ngidul soal proklamasi dan menutupnya dengan teriakan, “merdeka!”. SBYbaca puisi. JK dengan jenaka mengatakan siap melanjutkan pemerintahan SBY dengan lebih cepat dan lebih baik.

READ MORE.........

| More

>>> Inilah Iklan Mega-Prabowo Yang Ditolak Stasiun TV

Rabu, 17 Juni 2009


Seperti pasangan lainnya, pasangan Mega-Prabowo juga menyiapkan/membuat iklan untuk kampanyenya. Tetapi ternyata beberapa iklan yang dibuat ditolak oleh sebagian stasiun tv nasional. salah satu iklan yang ditolak tayangnya adalah iklan dengan tema harga.

Iklan Harga menggambarkan uang yang tersimpan di dompet, uang itu cepat berubah dari nilai Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, sampai tinggal Rp 1.000 dan lalu menghilang di dompet. Untuk harga-harga nilai uang digambarkan cepat meroket naik. Cabai dari Rp 7.500 naik menjadi Rp 11.000, mintak goreng naik dari Rp 6.500 menjadi Rp 10.000. Orang menuang bensin ke tangki motor, belum lagi tangki penuh bensin sudah habis kering kerontang. Transportasi rakyat digambarkan menghilang, bahkan sajian makanan di meja makan keluarga pun cepat menghilang.

Ada penggambaran Istana Merdeka, lalu diganti dengan gambaran seorang ibu yang harus membayar tabung gas 3 kiloan berwarna hijau, padahal seharusnya tabung gas itu gratis. Digambarkan pula rakyat yang menderita (mungkin akibat bencana) nasional yang kerap menerpa, digambarkan orang susah dimana-mana, sampai kemudian datanglah sosok MEGA-PRO menyapa rakyat petani, anak-anak sekolah, dan pedagang di pasar. Iklan pemilu ditutup dengan tulisan “MEGA-PRO” nomor urut “1″ dengan tanda “contrengan” (v).

Berikut petikan kata-kata yang terdapat dalam iklan harga : tingginya harga sangat menyengsarakan kita semua. setiap pagi para pekerja tak mampu membeli bahan bakar minyak dan transportasi. uang mereka semakin menipis, setiap malam kekurangan pangan. Sementara pemerintah berkata bahwa ekoomi kita kuat. Bahan bakar dan pangan jauh lebih murah. Kenyataannya setelah lima tahun hanya janji kosong belaka.....[dan seterusnya.....]

Menurut anda pantaskah para stasiun tv menolak untuk menayangkan iklan ini ? Apakah iklan ini merupakan pembodohan kepada masyarakat atau justru mendidik masyarakat. masyarakatlah yang tahu.... dan anda dapat menilai sendiri layak atau tidak iklan tersebut.

Iklan ini dapat anda lihat di situs youtube.com. jika anda ingin melihat ikla tersebut, anda dapat meng klik disini....

READ MORE.........

| More

>>> 6 Lembaga Survey Nasional Tidak Independen

Selasa, 16 Juni 2009


Jika sebelumnya Lembaga Survey Indonesia (LSI) dinilai tidak independen karena banyak kalangan yang menyebutkan lembaga survey di danai oleh Fox Indonesia yang Notabene adalah Konsultan pasangan SBY-Boediono, maka sekarang Lembaga Survey Nasional (LSN) melangsir ada 6 Lembaga Survey Nasional yang dinilai tidak independen. Ketidakindependenan lembaga survey ini dikarenakan keterbatasan dana, dan tentunya membuat lembaga survei didanai oleh pihak tertentu untuk melakukan sebuah survei.

Keenam lembaga survey tersebut adalah Lembaga Penelitian Pendidikan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Lembaga Survei Indonesia (LSI), Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Lembaga Survei Nasional (LSN), Cyrus Surveyor Group dan Puskaptis. Keterbatasan dana membuat lembaga survei didanai oleh pihak tertentu untuk melakukan survei.

"Secara finansial saya yakin 6 lembaga survei tidak ada yang independen," ujar Umar dalam Diskusi Terbatas Ilmu Komunikasi, di Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto, Selasa (16/6/2009).

Tidak independennya lembaga survei secara finansial, diakui oleh Umar karena faktor biaya yang tidak murah saat melakukan survei. "Tidak ada yang independen gunakan dana sendiri, karena dana untuk survei bisa hampir 1 miliar lebih," ungkapnya.

Jika Lembaga Surbey tersebut didanai oleh Pihak tertentu, apakah hasil survey masih akurat, menjawab pertanyaan tersebut, Umar meyakini, untuk hasil dan akurasi survei dan quick count masih kredibel bisa dipertanggung jawabkan. "Kami pastikan hasilnya kredibel," tandasnya.

Tentunya kita semua berharap kedepan lembaga survey ini dapat mandiri secara keseluruhan, tanpa ada ketergantungan terhadap pihak lain, sehingga nantinya hasil survey benar-benar kredibel dan dipercaya oleh semua masyarakat. Selain itu dengan mandirinya lembaga survey tersebut, akan menghindarinya anggapan negatif dan rasa ketidakpercayaan publik maupun masyarakat terhadap hasil survey suatu lembaga survey nasional.
READ MORE.........

| More

>>> Kristiani HerrawatiSBY VS Megawati Siapa Yang Lebih Baik ?

Senin, 15 Juni 2009



Mungkin sebagian orang belum mengenal baik Kristiani Herrawati Susilo Bambang Yudhoyono, atau yang lebih dikenal sebagai Ibu Ani Yudhoyono, begitu juga dengan saya sebelum saya membuka dan browsing di sbypresidenku.com untuk menulis artikel sebelum ini. Saya semakin penasaran ternyata dia adalah seorang Sarjana Ilmu Politik lulusan niversitas Merdeka, Malang dan lulus di tahun 1998. Bahka dia sebelumnya pernah menjadi mahasiswa kedokteran di Universitas Kristen Indonesia, walaupun pada tahun ketiga memutuskan meninggalkan sekolah dan menikah dengan Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 1976.

Kemudian saya berfikir, berarti Ibu Ani memiliki keunggulan dibandingkan dengan megawati, setidaknya dari tingkat pendidikannya, Seperti kita ketahui megawati tidak/belum mendapat gelar akademis hingga sarjana. Karena walaupun Megawati sempat dua kali kuliah di Fakultas Pertanian UNPAD Bandung (1965-1967), dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972), tetapi keduanya tidak selesai, entah karena alasan apa.

Sosok megawati lebih dikenal setelah menjadi ketua umum PDI Perjuangan yang merupakan pecahan dari Partai Demokrasi Perjuangan. Dia pun menjadi Presiden setelah sebelumnya Abdurrahman Wahid (Gusdur) Dinonaktifkan melalui sidang Istimewa MPR. Karena sebelumnya dia menjabat Wakil Presiden, maka secara otomatis kursi presiden digantikannya. dan pada pemilu 2004 dia maju menjadi calon presiden dengan menggandeng hasyim muzadi sebagai wakilnya, dan akhirnya kalah setelah bertarung pada pemilu putaran kedua.

Ani Yudhoyono dikenal setelah dia menjadi Ibu Negara sebagai istri dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. dan dibalik keberhasilan SBY sebagai presiden pada pemilu 2004, ternyata Ani Yudhoyono memiliki peran yang cukup penting, karena saat itu dia menjadi Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat pada pemilu tahun 2004. Selain pernah menjabat sebagai wakil ketua umum DPP Partai Demokrat, dia juga aktif dalam kegiatan sosial di Persit (Persatuan Istri Tentara) Kartika Chandra Kirana Dharma Pertiwi, dan Dharma Wanita selama SBY menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada era Pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan era Pemerintahan Megawati Soekarnoputri.

Jika Ani Yudhoyono mendapat kesempatan yang sama dengan Megawati, menurut anda bisakah Ani Yudhoyono seperti Megawati, atau bahkan melebihinya ? mengkin semua itu hanya waktu yang bisa menjawabnya. sejarah telah mengukir bahwa seorang istri Presiden/Mantan Presiden juga dapat berperan dalam pemerintahan, sebut saja hillaryclinton yang merupakan istri dari mantan presiden Bill Clinton, yang saat ini menjabat sebagai Mentri Luar Negeri Amerika Serikat.

Siapa yang lebih baik ????? tentu setiap orang berbeda pendapat, setidaknya dengan sedikit pengetahuan ini, kita tahu ternyata seorang Kristiani Herrawati Susilo Bambang Yudhoyono juga memiliki kompetensi yang tinggi sebagai Kartini-Kartini masa kini. Megawati, Sri Mulyani, ataupun Siti Fadilah Supari, mungkin hanya sebagian kecil dari wanita-wanita indonesia yang cukup berperan besar dan dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Dan Indonesia memiliki banyak sumber daya wanita yang berkompeten tetapi hanya sedikit masyarat indonesia yang tau, seperti halnya Kristiani Herrawati Susilo Bambang Yudhoyono.
READ MORE.........

| More